Antara Ali Sadikin dengan Ahok - Indonesia Jadoel

Indonesia Jadoel

Berita Informasi dan Hiburan Indonesia

Iklan

Iklan 728 x 90

Iklan

Iklan 728 x 90

Iklan

Iklan 120 x 600

Ads

Letak Iklan
Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 29 April 2017

Antara Ali Sadikin dengan Ahok


Sumber Gambar Wikipedia

Indonesia melawan lupa, tahun 1966 - Juli 1977 di DKI Jakarta memiliki gubernur Jakarta yang ke 9 yaitu Ali Sadikin. Siapakah Ali Sadikin itu? Ali Sadikin lahir di Sumedang, Jawa Barat, 7 Juli 1927 – meninggal di Singapura, 20 Mei 2008 pada umur 80 tahun adalah seorang letnan jenderal KKO-AL (Korps Komando Angkatan Laut) yang ditunjuk oleh Presiden Soekarno menjadi Gubernur Jakarta pada tahun 1966. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Deputi Kepala Staf Angkatan Laut, Menteri Perhubungan Laut Kabinet Kerja, Menteri Koordinator Kompartemen Maritim/Menteri Perhubungan Laut Kabinet Dwikora dan Kabinet Dwikora yang disempurnakan di bawah pimpinan Presiden Soekarno. Ali Sadikin menjadi gubernur yang sangat merakyat dan dicintai rakyatnya. Karena itu ia disapa akrab oleh penduduk kota Jakarta dengan panggilan Bang Ali sementara istrinya, Ny. Nani Sadikin, seorang dokter gigi, disapa Mpok Nani.

Di bawah kepemimpinannya Jakarta menjadi kota yang sangat berkembang banyak proyek proyek yang membangun Jakarta dari hasil pemikirannya seperti Taman Ismail Marzuki, Kebon Binatang Ragunan, Proyek Senen, Taman Ria Monas, Taman Ria Remaja, kota satelit Pluit di Jakarta Utara, pelestarian budaya Betawi di kawasan Condet, dll. Ali Sadikin juga pencetus pesta rakyat yang setiap tahunnya di gelar untuk memperingati hari jadi Kota Jakarta pada tanggal 22 Juni. Ali Sadikin sendiri merupakan orang yang tegas dalam menjalankan tugasnya, ia selalu mementingkan kepentingan rakyatnya. Bisa dilihat dari hasil klipingan koran yang selalu Beliau baca, apabila ada keluhan warga di setiap koran Beliau akan dikumpulkan dan di evaluasi untuk kedepannya.



Sumber Gambar Wikipedia


Basuki Tjahaya Purnama yang banyak di kenal dengan nama Ahok, lahir pada tanggal 29 Juni 1966 di Manggar, Belitung. Menjadi Gubernur DKI Jakarta yang ke 17 menggantikan Gubernur sebelumnya Joko Widodo. Dalam menjabat sebagai Gubernur Jakarta Ahok banyak menyumbangkan pikirannya untuk memajukan kehidupan masyarakat di Jakarta. Diantaranya adalah Pembangunan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak, Relokasi Kalijodo, Pengadaan Bus Tingkat kembali, Normalisasi Kali Sunter, Peningkatan taraf layanan puskesmas dan Rumah Sakit, dan lain lain.

Di dalam kerjanya tidak jarang Ahok bertindak tegas kepada bawahannya ataupun masyarakat yang melanggar peraturan yang ada, hal inilah yang tidak sedikit membuat kontroversi di masyarakat Jakarta.

Keduanya memiliki persamaan didalam melakukan pekerjaannya demi meningkatkan kehidupan yang layak di daerah yang mereka pimpin, diantaranya adalah.

Ali Sadikin pernah menampar sendiri langsung dengan tangannya anggota TNI (waktu itu masih ABRI) yang naik kendaraan ugal ugalan. Beliau juga pernah memecat 300 pegawai pemprov yang nakal dan koruptif. Beliau sering mengatakan kata kasar semisal (maaf) Goblo*, Tolo*, Sontol*yo, Kampr*t, Brengs*k, dll terhadap orang yang melanggar aturan dan tidak disiplin, menariknya hal tersebut dilakukan terang terangan, tidak pernah mempedulikan DPRD (terbukti ketika menjabat tidak pernah mengajak DPRD diskusi dalam hal lokalisasi), sosok yang disegani dan sangat dihormati Ali Sadikin adalah Ir. Soekarno atau lebih dikenal sebagai Bung Karno.

Ahok hampir tak ada bedanya dengan Ali Sadikin, petinggi preman Tanah Abang diladeni apa maunya tanpa sedikitpun mundur. Memecat oknum yang bekerjasama dengan pihak luar menghambat kemajuan Jakarta, tidak ambil peduli sama DPRD karena DPRD sejauh ini tidak menunjukkan keseriusan membenahi Jakarta bersama-sama Pemprov, sosok yang disegani adalah siapapun setiap orang yang berjuang membela kebenaran.